Tresno - Makaryo - Guyub )|( Ngajewantahaken Indonesia Ingkang Adil lan Sejahtera

Thursday, December 10, 2009

Bruk Brosot nasibmu kini

Senin, 07 Desember 2009
http://diskominfo-blora.blogspot.com/

Amankan Jembatan Gantung

BLORA - Setelah dua kali rusak selama tahun ini akibat diseruduk truk trailer, jembatan gantung atau yang dikenal sebagai Buk Brosot yang digunakan untuk rel lokomotif uap tua yang dikelola Perhutani KPH Cepu diperhatikan.

Tambang pasir Ilegal di Jipang - Cepu

Jalan Desa Diportal, Pengusaha Pasir Berang
Sumber: http://diskominfo-blora.blogspot.com/



CEPU, SR - Masalah pasir sedot di desa Jipang (SR edisi 80) sempat kembali memanas, ketika beberapa warga memasang portal di jalan masuk ke desa itu, Tindakan ini memacu kemarahan di pihak pengusaha pasir yang merasa ditutup jalan rejekinya. Senin (16/11).



“Kami sudah mau menghentikan produksi pasir dengan mengangkat semua blower, kami hanya minta toleransi untuk bisa menjual pasir yang sudah terlanjur dinaikkan ke darat. Tetapi jalan desa ditutup,(Kamis (22/10)) dan melarang truk luar masuk desa untuk mengangkut pasir, “ ujar Salekun (56) salahs eorang pengusaha pasir.



Bukan hanya itu saja, lanjutnya, ketika truk milik warga desa Jipang sendiri mau keluar mengangkut pasir malah sekarang dipasangi portal dan dilarang membawa pasir keluar, maksudnya bagaimana ini.



Tindakan pemasangan portal ini membuat geram warga yang merasa dirugikan, mereka merencanakan melaporkan oknum yang memasang portal, bahkan sudah bersiap akan melakukan apa saja agar timbunan pasir mereka dapat terjual.



“Biaya produksi untuk mengangkat pasir itu tidak sedikit, mulai dari solar sampai ongkos tenaganya sangat banyak. Kalau kami bisa menjual pasir itu paling tidak biaya produksinya bisa kembali,” tambah Salekun.



Keinginan pengusaha pasir ini tidak direspon warga yang menutup jalan, sehingga pihak pengusaha geram, Bahkan, Kamis (19/11) beberapa pemuda nekad merusak portal yang melintang di jalan desa dan menantang siapa saja yang berani melarang.



Keadaan ini hampir memicu keributan sehingga Kepala Desa Jipang, Herdaru Budhy Wibowo mengumpulkan kedua belah pihak untuk dipertemukan di balai desa.



Pertemuan yang dihadiri lebih dari dua puluh orang perwakilan warga itu akhirnya memperoleh kesepakatan damai antara keduanya. Kesepakatan itu antara lain portal yang dipasang harus dibuka hari itu juga, Kamis (19/11) dan pasir yang sudah terlanjur didarat boleh diangkut keluar desa untuk dijual.



Kesepakatan ini meredakan suasana panas di desa Jipang untuk sementara, sedangkan pasir yang sudah terlanjura diproduksi diperkirakan akan terjual habis sekitar dua minggu lamanya. (Agt)

Monday, September 28, 2009

Pemilu 2009 PKS Raih 57 Kursi di Senayan

sumber: www.pks.or.id

Penetapan KPU
PKS Raih 57 Kursi di Senayan
Presiden PKS, Tifatul Sembiring terpilih untuk mewakili wilayah Sumatra Utara. Mantan Presiden PKS, Hidayat Nur Wahid juga dinyatakan berhasil meraih kursi di senayan mewakili masyarakat Jawa Tengah.

PK-Sejahtera Online: Ahad malam (24/5) lalu KPU telah menetapkan Anggota DPR RI terpilih tahun 2009-2014 di Jakarta. PKS telah dinyatakan berhasil meraih 57 kursi di Senayan.
Presiden PKS, Tifatul Sembiring terpilih untuk mewakili wilayah Sumatra Utara. Mantan Presiden PKS, Hidayat Nur Wahid juga dinyatakan berhasil meraih kursi di senayan mewakili masyarakat Jawa Tengah.
Sekjen PKS Anis Matta dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault terpilih mewakili Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.
Untuk Anggota Legislatif perempuan dari PKS, diwakili oleh Yoyoh Yusroh dari Banten, Ledia Hanifa dari Jawa Barat, dan Herlini Amran dari Kepulauan
Riau.
Berikut susunan nama-nama aleg terpilih dari PKS berikut perolehan suaranya
NO DAPIL NAMA CALEG Jml SUARA
1 Nangroe Aceh Darussalam - 01 M. Nasir Djamil (L) 44.039
2 Nangroe Aceh Darussalam - 02 Raihan Iskandar, Lc (L) 17.487
3 Sumatera Utara - 01 Tifatul Sembiring (L) 99.348
4 Sumatera Utara - 02 Iskan Qolba Lubis, MA (L) 32.692
5 Sumatera Utara - 03 Ansory Siregar, Lc (L) 43.288
6 Sumatera Barat - 01 Irwan Prayitno, DR (L) 57.199
7 Sumatera Barat - 02 Refrizal, Drs (L) 27.214
8 Riau - 01 Chairul Anwar, Drs., Apt. (L) 50.914
9 Kepulauan Riau - 01 Herlini Amran, MA. (P) 26.659
10 Sumatera Selatan - 01 Musthafa Kamal (L) 31.293
11 Sumatera Selatan - 02 Bukhori Yusuf, MA (L) 40.484
12 Bengkulu - 01 H. M. Syahfan Badri Sampurno, Drs. (L) 27.362
13 Lampung - 01 Almuzzammil Yusuf (L) 46.205
14 Lampung - 02 Abdul Hakim, Ir. MM (L) 55.258
15 DKI Jakarta - 01 Ahmad Zainuddin, Lc (L) 46.179
16 DKI Jakarta - 02 M. Sohibul Iman, Dr. (L) 42.553
17 DKI Jakarta - 03 Adang Daradjatun (L) 119.287
18 DKI Jakarta - 03 Ahmad Relyadi (L) 22.094
19 Banten - 02 Zulkiflimansyah (L) 58.478
20 Banten - 03 Yoyoh Yusroh (P) 36.911
21 Banten - 03 Jazuli Juwaini (L) 87.946
22 Jawa Barat - 01 Suharna Surapranata (L) 36.515
23 Jawa Barat - 01 Ledia Hanifa (P) 28.228
24 Jawa Barat - 02 Ma'mur Hasanuddin (L) 40.472
25 Jawa Barat - 03 Eki Awal Muharam (L) 24.750
26 Jawa Barat - 04 Yudi Widiana Adia (L) 37.114
27 Jawa Barat - 05 Sunmanjaya Rukmandis (L) 29.071
28 Jawa Barat - 06 Mahfudz Abdurahman (L) 72.409
29 Jawa Barat - 07 Arifinto, Drs. (L) 38.871
30 Jawa Barat - 08 Mahfudz Sidik, Drs., M.Si. (L) 36.583
31 Jawa Barat - 09 Nur Hasan Zaidi, S.Sos.I (L) 33.223
32 Jawa Barat - 10 Surahman Hidayat, Dr. (L) 42.446
33 Jawa Barat - 11 Kemal Stamboel (L) 35.165
34 Jawa Tengah - 01 Zuber Safawi (L) 36.556
35 Jawa Tengah - 03 M. Gamari, Dr. H. (L) 18.242
36 Jawa Tengah - 04 M. Martri Agoeng (L) 28.775
37 Jawa Tengah - 05 M. Hidayat Nur Wahid, Dr. (L) 106.521
38 Jawa Tengah - 07 Sugihono, Ir (L) 26.233
39 Jawa Tengah - 08 Tossy Aryanto (L) 26.592
40 Jawa Tengah - 09 Suswono, Ir., MMA (L) 33.934
41 DI Yogyakarta - 01 Agus Purnomo (L) 31.533
42 Jawa Timur - 01 Sigit Sosiantomo, Ir. (L) 19.294
43 Jawa Timur - 02 Misbakhun, Ak. (L) 35.980
44 Jawa Timur - 05 Luthfi Hasan Ishaaq, MA. (L) 29.819
45 Jawa Timur - 07 Rofi' Munawar, Lc. (L) 37.718
46 Jawa Timur - 08 Memed Sosiawan, Ir. (L) 22.310
47 Jawa Timur - 11 Abdul Aziz Suseno (L) 71.020
48 Kalimantan Barat - 01 H. Rahman Amin (L) 27.078
49 Kalimantan Selatan - 01 Aboe Bakar Al Habsyi (L) 57.253
50 Kalimantan Selatan - 02 Nabiel Fuad Al Musawa, Ir, M.Si . (L) 31.390
51 Kalimantan Timur - 01 Aus Hidayat Nur (L) 51.338
52 Nusa Tenggara Barat - 01 Fahri Hamzah, SE (L) 105.412
53 Sulawesi Selatan - 01 M. Anis Matta, Lc. (L) 88.407
54 Sulawesi Selatan - 02 Tamsil Linrung (L) 77.250
55 Sulawesi Selatan - 03 Andi Rahmat, SE (L) 30.355
56 Sulawesi Tenggara - 01 H. Yan Herizal, SE. (L) 18.930
57 Sulawesi Tengah - 01 Adhyaksa Dault, Dr. (L) 82.873

Saturday, September 26, 2009

Ukhuwah lebih utama

Dari sebuah buku yang kubaca, dikisahkan. Pada bulan Ramadhan, Hasan Al-Banna tokoh Ikhwan al-Muslimin memasuki sebuah masjid. Dijumpainya sekelompok orang mempertengkarkan jumlah rakaat tarawih, 11 dan 23 rakaat.
Al-Banna bertanya pada mereka apa hukumnya shalat tarawih. Kedua kelompok yang bertentangan itu sama-sama menjawab,”Sunnah.”
Al-Banna bertanya,”Apa hukum bertengkar antara sesama kaum muslim di masjid?”
Mereka menjawab.”Haram.”
Al-Banna bertanya kembali,”Mengapa kalian melakukan tindakan yang haram demi mempertahankan yang sunnah?”

Kenapa kita tidak belajar dari kisah kebijaksanaan Hasan Al-Banna di atas? Bukankah sampai sekarang umat Islam banyak yang tercerai-berai? Aku sendiri pun menyaksikan sesama muslim berdebat panas dan rawan untuk saling membenci. Padahal kaum muslim itu seperti satu tubuh. Jika satu bagian sakit, yang lain merasakan sakit pula. Kenyataannya, ada saja orang Islam yang menyakiti orang Islam lainnya, sengaja atau tidak, berupa perbuatan atau ucapan.
“Berpegang teguhlah kalian kepada tali Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai.” (QS Ali Imran : 103)

Friday, May 29, 2009

Untuk Adik - adikku yang masih berjuang di Kampus

Dalam catatan sirah nabi Muhammad saw, tertulislah nama Abu Bakar Ash-Shiddiq RadhiyaLlahu ‘anhu sebagai lelaki pertama yang menerima da’wah nabi saw. Bahkan dia menerima da’wah ini tanpa talakku’ (tanpa sedikitpun ada keraguan).
Minimal ada tiga hal yang menyebabkan Abu Bakar Ash-Shiddiq RadhiyaLlahu ‘ahu “dengan mudah” menerima, beriman dan bergabung ke dalam barisan Rasul da’wah Rasulullah saw:
1. Karena faktor Rasulullah saw sendiri. Beliau saw adalah seseorang yang tidak pernah berbohong atau berdusta sekalipun, penuh amanah, dan bahkan mendapatkan gelar Al Amiin dari orang-orang Makkah. Salah satu bukti kuat atas hal ini adalah pengakuan orang-orang Makkah sendiri. Yaitu sewaktu Rasulullah saw mengumpulkan mereka di bukit Shafa. Disana beliau saw bertanya: “Kalau seandainya saya katakan kepada kalian bahwa di balik bukit ini ada satu pasukan yang akan menyerbu kalian, adakah kalian membenarkan informasi saya ini?”. Sepakat mereka menjawab: “Kami akan membenarkannya, sebab tidak pernah sekalipun kami menemukan kasus engkau berdusta kepada kami!
2. Karena faktor kedekatan Abu Bakar kepada beliau saw. Karena kedekatannya inilah dia tahu persis segala perilaku dan akhlaq beliau saw secara pribadi.
3. Karena Abu Bakar Ash-Shiddiq RadhiyaLlahu ‘anhu adalah orang yang sangat menguasai sosial kultural masyarakat Makkah. Penguasaan sosio kultural inilah yang oleh para ahli sirah dan sejarawan dikenal dengan nama Nassaabah. Dengan kemampuan ini, bukan saja Abu Bakar mengetahui pribadi Rasulullah saw, akan tetapi juga mengetahui garis nasab beliau saw, kesucian garis keturunan beliau dan keagungan sirah mereka. Semua ini membawa kesimpulan kepadanya bahwa Rasulullah saw seorang manusia yang agung.
Dalam perjalanan selanjutnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq RadhiyaLlahu ‘anhu berhasil mengislamkan beberapa orang, yang pada kemudiannya menjadi sahabat-sahabat besar (beberapa diantaranya dijamin masuk surga). Yaitu: Utsman bin Affan, Az-Zubair bin Al Awwam, Abdurrahman bin ‘Auf, Thalhah bin Ubaidillah, Sa’ad bin Abi Waqqash dan lain-lain).
Kalau kita mencoba bertanya kenapa bisa begitu cepat mengislamkan orang?
Salah satu jawabannya adalah karena dia adalah seorang Nassaabah (ahli sosio kultural).


Ikhwah Fillah,
Dalam hal perekrutan kader baru, kader-kader KAMMI harus menguasai sosio kultural ini, karena medan dakwah kita adalah kampus, maka mengenal sosio kultural kampus yang bersangkutan adalah sesuatu keharusan.

Sun Tzu berkata : “Kenalilah Musuh anda, kenalilah diri anda, kemenangan anda tidak akan terancam, kenalilah medannya, kenalilah cuacanya, maka kemenangan anda akan semakin lengkap”

Ikhwah fillah, saudaraku yang kusayangi karena Allah SWT...
Jawablah pertanyaan ana berikut :
1. Kenalkah antum dengan musuh (rival/rekan dakwah, musuh yang nyata beneran, dll) yang sudah dan akan dihadapi?
2. tidak cukup dengan hanya berkata “kenal”, tapi harus mengetahui analisa dari musuh tersebut secara mendalam, kita harus mengetahui dan men-scan dari A-Z tentang musuh tersebut, mulai dari jumlah pasukan, kekuatannyua pada bagian mana, kelemahannya ada dimana, mereka terhambat apa, kemudian keuntungan yang mereka miliki apa saja, didukung oleh siapa, aliansinya siapa, kemudian alliesnya siapa saja, termasuk data-data personilnya (jenderalnya siapa, Kopralnya siapa, kaptennya siapa, cadetnya siapa saja, nomor kontaknya berapa, kesukaannya apa, dst...) caranya adalah dengan mengumpulkan informasi sedetail-detailnya (ingat! bahwa dakwah ini juga menggunakan data-data dan fakta ilmiah, empiris, reliable dan mempunyai validitas tinggi)
3. kenalkah antum dengan diri antum sendiri?? Seperti apa sih saya? Kekeuatanku yang potensial dimana? Teknik terbaik ku seperti apa? Senjata apa yang cocok ku gunakan, Panah untuk jarak jauh... atau Pedang jarak dekat... atau... Rocket Launcher... senjata biologi.... dengan racun... provokasi... tangan kosong... dll... Di posisi mana antum sekarang, sebagai jundi atau sebagai qiyadah? Bidang apa yang sekarang digeluti? Sudah Profesionalkah kita?? Kemudian sejauh mana antum mengenal KAMMI? Bagian KAMMI yang mana yang bisa antum gunakan lebih optimal, sejauh mana antum kenal dengan KAMMI?

Wednesday, May 6, 2009

Menipisnya Ibadahku

Assalamu'alaikum kamarku tersayang. kembali aku pulang ke tempat kos ini
seperti biasa,
capek sekali seharian ini aku bekerja, jam 6.00 pagi sampai jam 6 sore.
Kapan aktifitas ini akan berubah.
"Idih.. kotornya nih kamar...jorok sekali aku ini ya...".
"Ya..Allah capeknya aku hari ini " kasur empuk itu menggoda sekali
tapi aku harus mandi dan sholat maghrib.
"Eh..iya ada BAJAJ BAJURI, lihat TV dulu ah.... Lama-lama aku sama begonya
sama Oneng kalau nonton ini terus..". Masya Allah sudah jam 7 kurang
seperempat..aku mau mandi ah...".

Aku pergi mandi dan sholat maghrib jam 7, nggak lama aku dengar suara
Adzan Isya',
"Ya...Allah pinginnya hati ini berdzikir tapi males sekali meski di
mukenah ini sangat enak sekali rasanya seperti Engkau memeluk aku tapi
setan kamar ini kuat sekali, coba kamu jangan ganggu aku dulu setan.
Sudah lah aku baca novel aja dulu sambil nonton Tv ...sholat isya'nya
entar aja.