Tresno - Makaryo - Guyub )|( Ngajewantahaken Indonesia Ingkang Adil lan Sejahtera
Showing posts with label aktivis dakwah. Show all posts
Showing posts with label aktivis dakwah. Show all posts

Tuesday, November 6, 2012

Surat Dari Pejuang Hamas(Gaza) Untuk Warga Muslim Indonesia

by Ibnu92 on 11:47 AM, 14-Apr-11

“Untuk saudaraku di Indonesia, mengapa saya harus memilih dan
mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia. Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa?
Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negri kalian berpenduduk muslim
terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?

Di saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah,
saya sempat berkenalan dengan
salah seorang aktivis dakwah dari
jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap
tahun musim haji ada sekitar 205
ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini.
Wah, sungguh jumlah angka yang
sangat fantastis dan membuat
saya berdecak kagum.

Monday, October 24, 2011

Sepuluh Karakter Suami Ideal

Oleh: Cahyadi Takariawan
dakwatuna.com – Menjadi suami ideal, bisakah? Sudah lebih dari dua puluh tahun menjadi suami, namun saya merasa bukanlah suami ideal. Saya hanya selalu berusaha untuk menjadi baik dan menjadi lebih baik lagi setiap hari. Mungkin tidak akan pernah sampai ke taraf ideal, karena memang tidak mudah untuk mencapainya.
Namun sebagai suami, saya tetap perlu memiliki peta yang jelas, seperti apa karakter ideal yang seharusnya saya miliki. Jika tidak memiliki peta ini, saya hanya berjalan melingkar-lingkar, menuruti ritme hidup dan rutinitas yang mekanistik.

Thursday, April 14, 2011

Ketika Kader Generasi Awal Menyempal

Semula, ia adalah satu dari empat orang. Empat orang yang menyadari bahwa negerinya berada di jalan yang salah. Ada penyimpangan besar. Maka, hari itu mereka saling berjanji. Berjanji untuk merahasiakan perkara besar, bahwa mereka hendak melakukan perubahan.
Peristiwa di hari itu kemudian dicatat sejarah. Saat semua orang-orang Makkah berkumpul di sekitar berhala dan berkorban untuk mereka, empat orang itu berkumpul di tempat terpisah, berkomitmen menjaga rahasia “perjuangan.”